Sejarah Kopi Arabika

Sejarah kopi Arabika – Biji kopi arabika merupakan awal mula dari segala jenis biji kopi. Jenis biji kopi yang pertama kali dinikmati di dunia. Dan diera kekinian, kopi arabika telah mendominasi konsumsi kopi.  Sekitar 70 persen kopi yang di konsumsi masyarakat dunia adalah jeni kopi arabika.

Sejarah kopi arabika bisa kita telusuri di tanah awal biji kopi ini ditemukan, yaitu Ethiopia. Kopi arabika ditemukan pertama pada 1000 SM di dataran tinggi Kerajaan Kefa.  Lokasinya kini masuk wilayah negara Ethiopia. Saat itu di  kerajaan Kefa ada suku Oromo, suku yang memiliki kebiasaan memakan biji kopi.

Cara kerja suku Oromo ketika menikmati kopi adalah dengan menumbuk biji kopi. Setelah ditumbuk, lantas dicampur dengan lemak. Setelah dicampur sempurna, kemudian dibentuk bulat sebesar bola ping-pong. Bola-bola itu dikonsumsi, untuk menambah stamina.

Baca Juga  Sekolah Barista Jogja

Pada abad ke 7 kopi arabika semakin populer. Biji kopi itu telah menyebar hingga Yaman dan Arab. Dibawa orang-orang yang menyeberangi Laut Merah dari Ethiopia menuju negeri Yaman dan Arab. Proses penyebaran yang melewati banyak wilayah Arab, maka pada biji kopi itu diberi nama ‘arabika’.

Sejarah kopi arabika juga mengantarkan kita tentang sejarah roasting atau pemanggangan kopi. Sumber sejarah mencatat bahwa proses roasting pertama kali di lakukan di Ethiopia. Saat itu, ada petani yang sedang memanggang daging, dengan menggunakan dahan serta ranting pohon kopi yang masih ada biji kopinya. Dalam proses pemangganngan tersebut, ternyata petani menemukan manfaat kopi.

Kopi pada masa itu dimanfaatkan untuk memperpanjang jam kerja. Sehingga rasa kantuk bisa hilang. Inovasi Arab di Yaman  tentang  pembuatan minuman dari biji panggang terdengar hingga ke Mesir dan Turki, hingga nantinya kopi arabika menyebar hingga seluruh dunia.

Sejarah kopi arabika
Kopi Arabika di Coday Lab & Roastery Jogja

Tentang Kopi Arabika 

Setelah kita ngobrol tentang sejarah kopi Arabika, kini kita ngobrol tentang rasa kopi arabika. Kopi arabika disebut dengan merlot kopi.  Rasanya ringan, sedikit manis, dan aromanya mengingatkan kita pada suasana pegunungan asal mula kopi arabika.

Tanaman kopi arabika membutuhkan  waktu sekitar tujuh tahun menjadi matang sepenuhnya.  Biasanya tanaman arabika ini tumbuh dengan baik di dataran tinggi, namun juga  tumbuh di dataran rendah. Karena  tanaman ini bisa beradaptasi suhu rendah.

Dua hingga empat tahun setelah  ditanam, tanaman arabika akan menghasilkan bunga kecil berwarna putih yang  harum. Aroma harumnya menyerupai aroma bunga melati.

Baca Juga  Sekolah Barista, Roastery & Laboratorium Kopi Terbaik Di Jogja

Setelah itu akan muncul buah berwarna hijau gelap seperti daun. Proses selanjutnya buah mulai matang, dengan ciri-ciri awal berwarna kuning kemudian merah muda hingga akhirnya menjadi merah tua dan mengkilat. Pada tahapan ini biasanya disebut dengan ‘ceri’. Ketika sudah masuk tahapan ceri maka biji kopi arabika sudah bisa dipetik.

Diantara kopi Arabika yang tersebar di dunia, ada kopi arabika yang mendapatkan julukan kopi gourmet. Kopi gourmet adalah varietas kopi arabika ringan berkualitas tinggi. Wilayah berkembang kopi gourmet terletak di bebrapa daerah. Mulai dari Blue Mountains Jamaica, Supremo Colombia, Tarrazu, Costa Rica, Guatemala, Antigua, dan Ethiopia Sidarno.

Di Asia Kopi Robusta Pernah Mengubah Pasar

Coday-Ada perubahan pasaran kopi di kawasan Asia dimana permintaan  biji kopi robusta meningkat melebihi kopi arabika. Dikarenakan harga biji kopi robusta lebih murah memperketat perbedaan harga antara kedua varietas tersebut.

Biji kopi arabika yang mendominasi telah lama diperdagangkan dengan premi yang cukup besar untuk varietas robusta yang  kaya akan kafein. Biasanya kopi ini digunakan untuk membuat kopi instan yang biasa diminum sehari-hari.

Tapi lonjakan permintaan kopi dari Asia, wilayah dimana robusta ini tumbuh mendominasi benua ini.  Sebagaian  besar kopi arabika ditanam di Amerika Selatan.  Menurut  Roberio Silva selaku direktur International Coffee Organization (ICO) mengatakan  di pasar tradisional konsumsi kopi robusta tetap tapi di negara berkembang pertumbuhan penjualannya tinggi.

Tren tersebut menunjukkan jika permintaan di masa yang akan datang akan lebih kuat untuk kopi robusta karena  pasar negara berkembang dan negara-negara pengekspor cenderung lebih suka kopi larut.

Produsen robusta teratas Vietnam juga merupakan salah satu yang teratas dalam  pertumbuhan kopi yang naik 22 persen di tahun 2011 lalu. Negara Asia lainnya juga  menunjukkan tingkat pertumbuhan yang kuat di tahun 2011 lalu termasuk Filipina  naik 9%, India naik 6%.

Para pebisnis mengatakan  permintaan robusta menerima  tambahan, ketika permintaan  tinggi maka akan menggeser arabika. Dimana berapa pedagang memilih robusta sebagai campuran, jadi tak total arabika.

 

Pemilihan kopi robusta ( Sumber gambar :thespruceeats.com)

Di Asia Tenggara kopi robusta begitu populer bahkan beberapa pebisnis kopi minta suplay tambahan kopi robusta hingga menggeser kopi arabika sehingga perbedaan harganya begitu lebar.Sementara tren untuk roaster untuk beralih ke robusta telah berjalan dengan sendirinya, pedagang mengatakan pertumbuhan permintaan robusta akan terus melambung karena meningkatnya konsumsi kopi di Asia Tenggara, dimana diperkirakan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi.

Trend Robusta di Kawasan Asia

Trend konsumsi Asia telah memiliki dampak pada pasar komoditas lainnya. Di pasaran coklat, produk kacang paling bernilai telah beralih dari mentega ke bubuk kopi dalam kurun waktu beberapa tahun ini karena  permintaan di Asia untuk produk jenis bubuk.

Dealer memperkirakan bahwa permintaan di Asia untuk produk berbasis bubuk tumbuh 1 persen di pasaran termasuk Eropa dan  Amerika Utara. Menurut Moelyono Susilo manajer pemasaran di Taman Delta Indonesia, permintaan untuk robusta saat ini tetap kuat karena konsumsi yang lebih tinggi di negara-negara Asiaseperti Cina, Korea Selatan, Indonesia, India serta beberapa negara di Timur Tengah.

Para pedagang di Singapura  menjual ‘kopi tubruk ‘ atau kopiko nerujuk sebuah petmen rasa kopi dari Indonesia. Kopi tubruk jika diharafiahkan adalah kopi tabrakan, untuk membuatnya dibutuhkan cangkir, lalu tambahkan beberpa sendok teh bubuk kopi dan gula, lalu tuangkan air mendidih.  Lalu siaplah kopi ini untuk diminum. Kopi tubruk ini biasanya berbasis robusta.