Kursus Barista dan Coffee Shop Jogja

Coffee shop Jogja – Coffee shop kini menjadi idola segala usia. Anak-anak muda dan orang tua menghabiskan waktu luang dengan menikmati kopi dan ngobrol.  Budaya menghabiskan waktu di kedai kopi, tidak hanya bergulir di kota-kota besar. Anak-anak muda dan orang tua di desa juga memiliki kebiasaan menghabiskan waktu di warung  kopi sambil ngobrol santai.

Bung & Nona tidak perlu berdebat tentang kenapa istilah “warung kopi” identik dengan masyarakat desa. Kemudian istilah “kedai kopi atau coffee shop” identik dengan masyarakat kota.

Sebab aroma kopi tetap harum dan rasanya tetap menancap dilidah, saat Bung & Nona menikmatinya di warung kopi, kedai kopi, dan coffee shop. Di warung kopi kita bisa ngobrol ngalor-ngidul, di kedai kopi kita bisa nongkrong sambil curhat,  dan di coffee shop kita bisa nongky-nongky sambil curcol.

Tempat ngopi adalah ruang yang dibangun untuk berbicara apa saja bersama keluarga dan kawan dengan suasana santai. Mau disebut warung, kedai, atau coffee shop, yang penting semua yang hadir bisa bercerita santai ditemani kopi.

Bung & Nona mungkin sudah sangat dekat dengan sebutan kedai kopi, coffee shop dan warung kopi. Pertanyaannya sekarang, apakah Bung & Nona sudah tahu apa dan bagaimana coffee roastery. Apa perbedaan coffe roastery dan coffee shop?

Istilah coffee roastery pasti dikenal oleh pecinta kopi militan, roastmaster, barista, dan para pegiat kopi. Namun, belum tentu dikenal oleh orang-orang yang baru jatuh cinta pada kopi. Nah berikut penjelasan tentang  coffee roastery.

Apa Itu Coffee Roastery?

Istilah coffee roastery tidak melulu tempat roasting kopi. Tak melulu juga tempat pemanggangan kopi yang membuka jasa roasting kopi bagi masyarakat luas.

Apa yang disebut dengan Coffee roastery, sangat kompleks. Prosesnya juga sangat panjang. Mulai dari tempat penyimpanan biji kopi pasca panen, lalu diolah menjadi kopi yang siap didistribusikan ke coffee shop.

Banyak tahapan yang harus dilewati coffee roastery. Biji kopi dari petani yang sudah melewati proses pasca panen dimasukkan ke dalam karung. Kemudian biji kopi dalam karung itu disimpan. Setelah disimpan, biji kopi terbaik dipilih.

Tidak hanya dipilih, tapi juga dikategorikan. Biji kopi Blue Mountain Banyuwangi terbaik dipilih lalu diletakkan dalam satu tempat. Biji kopi Aceh Gayo terbaik dipilih, dan diletakkan dalam satu tempat. Jadi, setiap biji kopi terbaik dipilih dan dikategorikan sesuai dengan jenisnya.

Setelah dipilih biji terbaik sesuai dengan jenis kopi, langkah selanjutnya adalah proses roasting kopi. Mesin roasting di coffee roastery dipegang oleh roastmaster. Orang yang memiliki ketrampilan spesial  memanggang kopi.

Si roastmaster inilah yang bertanggung jawab atas jam roasting, tanggal roasting, level roasting, serta menguji kualitas kopi. Roasting kopi tidak bisa ditangani oleh sembarang orang. Pemilik coffee roastery profesional pasti memiliki roastmaster keren dengan ilmu kopi yang sangat luas.

Baca Juga  Laboratorium Kopi, Destinasi Wisata Jogja Terbaru

Pasca roastmaster bekerja, dan kopi sudah selesai dipanggang, biji kopi memasuki tahap degassing.  Proses degassing adalah proses keluarnya Gas Karbon Dioksida dari biji kopi. Degassing bisa berlangsung selama satu mingggu bahkan sebulan. Sangat tergantung pada biji kopi dan tingkatan roasting-nya.

Selesai proses degassing, biji kopi lantas dikemas. Kemasan kopi harus tertututup rapat. Supaya, biji kopi nikmat tidak “masuk angin.”

Setelah biji kopi di packaging secara rapi, maka petugas coffee roastery memberi catatan berisi profil kopi pada kemasan. Mulai dari Jenis kopi, nama roastmaster, proses pasca panen, roast profil, dan  testing notes.

Packaging selesai dan biji kopi siap didistribusikan ke coffee shop di kota-kota besar. Seperti coffee shop Jogja, Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Medan, Aceh, Ambon, dan kota besar lainnya.

Coffee Shop Jogja
Proses memilih biji kopi terbaik di Coday Lab & Roastery Jogja.

Apa Perbedaan Coffee Roastery dengan Coffee Shop?

Bung & Nona coffee roastery dan coffe shop memiliki perbedaan. Jadi begini Bung & Nona, coffee roastery melakukan proses pengelolaan kopi secara komprehensif. Mulai dari pemilihan biji kopi, roasting kopi, dan packaging. Proses pengolahan dilakukan oleh tangan-tangan profesional dan  membutuhkan sumber daya manusia yang banyak.

Orang yang menangani coffee roastery tidak hanya roastmaster. Ada banyak ahli yang terlibat dengan peralatan yang sangat banyak juga. Mulai dari ahli uji cita rasa dengan gelas-gelas uji cita rasa yang sangat banyak. Kemudian roastmaster dengan mesin roasting gahar.  Tim administrasi serta akuntan untuk mencatat arus keuangan. Serta, tim pendukung untuk pemilihan biji, manajer operasional, serta tenaga pemasaran.

Coffee roastery memiliki kerumitan dan alur produksi yang lebih luas. Proses catat mencatat juga lebih kompleks. Ada catatan Jenis kopi yang diroasting, tingkat roasting, tanggal roasting, proses pasca panen, dan nama roastmaster. Catatan-catatan itu diletakkan dipunggung kemasan kopi. Sehingga pas didistribusikan ke coffee shop, barista dan pecinta kopi tahu profil kopi yang dinikmati.

Baca Juga  Coday Lab & Roastery School of Coffee

Sementara itu coffee shop jauh lebih sederhana, dibandingkan dengan coffee roastery. Alurnya pendek, coffee shop mendatangkan kopi dari coffee roastery. Kemudian tangan-tangan barista bergerak menggunakan mesin espresso dan manual brew, untuk meracik menu kopi sesuai permintaan pecinta kopi. Lantas menyajikannya  kepada para pecinta kopi.

Peralatan di coffee shop juga lebih sedikit dibandingkan dengan coffe roastery. Coffee shop membutuhkan kursi meja, dekorasi menarik, mesin espresso, peralatan manual brew. Sementara sumber daya manusianya lebih sedikit, hanya  barista, akuntan, manajer operasional  dan server.

Bung & Nona, apakah bisa coffee roastery digabung dengan coffee shop? Bisa banget. Di Yogyakarta, ada coffe roastery besar yang membuka coffee shop dengan barista profesional. Bahkan Coffee roastery & coffee shop Jogja ini, juga membuka sekolah barista.

Coffee Shop Jogja
Peralatan dan perlengkapan pengelolaan kopi di Coday Lab & Roastery Jogja.

Coffee Roastery yang Membuka Kursus Barista

Coday Coffee Lab & Roastery Jogja merupakan surganya kopi. Semua yang Bung & Nona cari tentang kopi, ada di roastery yang terletak di Bantul ini. Mau cari coffee roastery untuk roasting kopi?  Tentu ada, dengan peralatan lengkap dan roastmaster yang hebat.

Mau menikmati menu-menu kopi dari tanah nusantara yang diracik oleh tangan-tangan barista profesional? Datang langsung saja ke Coday Coffee Lab & Roastery. Bung & Nona akan mendapati coffee shop Jogja paling keren dan paling lengkap. Beragam menu tersedia, mulai dari menu-menu espresso hingga manual brew.

Bagi Bung & Nona yang bercita-cita bisa meracik kopi secara profesional, Coday Coffee Lab  & Roastery adalah kunci. Coffee roastery dan coffee shop Jogja terkeren ini membuka sekolah barista dan kursus barista.

Materi kursus barista sangat lengkap. Mulai dari materi dasar seperti profil roasting kopi, uji cita rasa kopi, pengenalan jenis-jenis kopi. Kemudian materi meracik kopi, seperti menciptakan menu manual brew,  menu espresso serta kreasi latte art.

Baca Juga  Coffee Roastery Terbaik Indonesia

Yang paling keren, kursus barista Coday Lab & Roastery membuka kelas manajer coffee shop. Kelas manajer coffee shop ini memang spesial. Sebab belum banyak tempat kursus barista yang membuka kelas edukasi manajer coffee shop.

Sudah banyak orang datang  ke Coday Lab  & Roastery Jogja. Mulai dari wisatawan luar negeri yang mau belajar meracik kopi dan melihat proses pengelolaan kopi, serta anak-anak  muda Indonesia menjemput ilmu kopi. Mereka semua datang dan belajar, mewujudkan cita-cita menjadi barista profesional.

Ayo datang ke Jogja. Semua keinginan Bung & Nona yang berkaitan dengan kopi bisa terwujud dengan datang ke Coday Coffee Lab & Roastery Jogja.

Sekolah Barista dan Jasa Roasting Kopi Jogja

Jasa Roasting kopi – Kopi yang tersedia di meja Bung & Nona setiap pagi bukan tiba-tiba (makbedunduk) muncul. Proses panjang  mesti dilewati hingga kopi menjadi bubuk kopi siap seduh. Aroma kopi yang membumbung, memasuki lubang hidung seakan mencium aroma surga itu, tidak datang dari ruang kosong. After taste yang luar biasa setelah merasakan kopi juga tidak datang secara makbedunduk.

Ada proses panjang. Pembentukan aroma serta after taste kopi, dibangun sejak kopi ditanam. Kebun Kopi yang terletak didekat pohon jeruk, akan memunculkan biji kopi yang menyimpan sedikit rasa jeruk.

Proses pasca panen juga menjadi faktor penting yang berengaruh terhadap aroma dan rasa kopi. Ada macam-macam metode pasca panen. Mulai dari proses full washed, semi washed, dry process dan pulp natural. Setiap metode yang dipilih akan berpengaruh terhadap aroma dan rasa kopi.

Setelah melewati proses pasca panen, buah kopi (Coffee Cherry) sudah menjadi biji kopi mentah (green bean). Biji kopi mentah selanjutnya memasuki tahap penting, yaitu tahap roasting.  Satu tahap  yang juga berpengaruh terhadap aroma dan rasa kopi.

Diera sekarang, ada dua metode roasting, manual (tradisional) dan mesin. Bung & Nona bisa memilih dua metode tersebut. Namun, yang patut dipahami bahwa, mesin roasting tidak akan maksimal, tanpa ada roastmaster.

Wajan, Gerabah, Lumpang, dan Alu

Kopi melewati banyak zaman. Dari zaman nenek moyang kita hingga zaman sekarang. Kini, kopi masih eksis dan menjadi minuman favorit yang dicintai masyarakat. Kedai-kedai kopi tumbuh di kota dan desa.

Orang tua dan anak-anak muda desa yang mencangkul di sawah, tentu membawa bekal kopi. Dinikmati pas istirahat di pinggir sawah berteman semilir angin. Pola petani yang menjadikan kopi sebagai bekal,  merupakan bentuk rasa cinta masyarakat Indonesia pada kopi.

Masyarakat desa, tentu memiliki perbedaan metode roasting dengan roasting di kota-kota industri. Di desa sangat jarang bahkan tidak ada orang yang memanfaatkan jasa roasting kopi. Proses pemanggangan kopi masih dijalankan secara manual.

Alat yang digunakan juga sederhana. Tungku dari tanah liat, berbahan bakar kayu. Kemudian wajan gerabah untuk pemangangan. Proses roasting kopi tradisional sangat humanis.

Green bean yang sudah siap dipanggang, ditumpahkan ke wajan gerabah yang sudah hangat. Selanjutnya sendok kayu untuk sangrai bergerak, supaya proses pemanggangan kopi merata. Setelah warna kopi sudah hitam dan sudah dirasa matang, lantas diangkat dan ditiriskan ke dalam lesung kecil (lumpang) khusus untuk menumbuk kopi.

Untuk menghaluskan kopi menjadi bubuk, ada alat tumbuk yang terbuat dari baja. Nah, alat tumbuknya ini ada dua. Pertama di sebut lumpang yang berarti lesung kecil yang terbuat dari batu atau baja. Alat yang kedua namanya Alu, terbuat dari batu baja.

Baca Juga  Coday Lab & Roastery School of Coffee

Setelah kopi diletakkan dalam lumpang, tangan memegang alu menumbuk kopi berkali-kali. Hingga biji kopi menjadi halus.

Setelah kopi halus sempurna, kopi disimpan dalam toples yang tertutup rapat. Siap diseduh setiap pagi, menjadi bekal untuk menemani kerja di sawah, serta dinikmati saat istirahat ditemani kudapan-kudapan yang nikmat.

Proses pemanggangan dan penumbukan kopi secara tradisional memiliki kelemahan. Pertama, kopi yang ditumbuk dan dipanggang outputnya cuma sedikit. Pas untuk konsumsi keluarga di rumah. Kedua, tidak ada indikator pasti bahwa kopi sudah matang merata,  semuanya menggunakan perasaan. Ketiga, proses pemanggangan dan penumbukan kopi  memakan banyak waktu.

Orang-orang desa masih menggunakan lumpang dan alu untuk menggiling kopi sampai saat ini. Proses yang santai dan tentunya sentuhannya sangat humanis. Bagaimana rasa kopi yang diolah secara tradisional? Kita bisa berwisata ke desa-desa dan menikmati sajian kopi tubruk untuk merasakan kopinya yang humanis.

Jasa Roasting Kopi
Proses Roasting Kopi Tradisional.

Mesin Pulper, Huller, Roasting, Grinder, dan Espresso

Zaman industri bergerak cepat dan berpengaruh terhadap kopi. Karena kebutuhan bisnis, tentu semuanya butuh kecepatan serta bisa menghasilkan output maksimal.

Muncul  mesin roasting kopi, yang membawa budaya pengelolaan kopi tidak melulu secara manual.  Hadirnya mesin roasting kopi membantu proses pengelolaan kopi lebih cepat dan output maksimal.

Beberapa peralatan industri kopi seperti mesin pulper, huller, roasting, grinder, dan espresso muncul dan membantu para pelaku bisnis kopi. Mesin pulper membantu petani kopi mengupas kulit buah kopi basah. Membantu proses pelepasan kulit luar kopi jadi lebih efisien.

Baca Juga  Sekolah Barista, Roastery & Laboratorium Kopi Terbaik Di Jogja

Hadir juga mesin Huller kopi. Mesin huller membantu petani melepaskan kulit biji kopi yang sudah kering. Proses ini biasanya dilewati sebelum biji kopi dipilih untuk diroasting. Kehadiran mesin pulper dan huller sangat membantu petani memroses kopi jadi lebih cepat.

Muncul juga mesin roasting kopi. Teknologi untuk memanggang kopi. Banyak keunggulan saat Bung & Nona menggunakan mesin roasting kopi. Aroma dan rasa kopi sangat ditentukan oleh proses roasting ini.

Namun, kedai kopi yang memiliki mesin roasting sendiri masih sangat jarang. Kehadiran roastmaster atau orang-orang yang ahli roasting juga masih sangat sedikit. Oleh karena itu, bagi kedai kopi atau laboratorium kopi yang memiliki mesin roasting, biasanya membuka jasa roasting kopi untuk kedai kopi atau rumah tangga. Di tengah menggeliatnya bisnis kopi, jasa roasting kopi juga mulai tersebar di kota-kota besar.

Roastmaster Kopi

Nah, penggunaan roasting kopi jauh lebih kompleks. Tidak hanya mesinnya saja yang dituntut untuk canggih. Orang yang menggunakan mesin roasting juga dituntut canggih. Percuma memiliki mesin roasting canggih, bila tidak memiliki roastmaster.

Proses roasting membutuhkan roastmaster. Orang yang bertanggung jawab atas proses roasting kopi. Orang yang sudah menyandang julukan roastmaster sangat paham alur roasting dan macam-macam ilmu roasting.

Menurut para ahli kopi, proses roasting yang dilakukan oleh roastmaster menentukan 30% rasa dan aroma kopi. Sementara itu 60%-nya ditentukan oleh petani kopi hingga proses pasca panen. dan 10%-nya adalah kreasi tangan barista.

Oleh karena itu, banyak industri kopi yang memercayakan proses roasting kepada jasa roasting kopi yang memiliki roastmaster. Supaya kopi yang didistribusikan ke kedai kopi memiliki aroma harum dan rasa  original.

Baca Juga  Laboratorium Kopi, Destinasi Wisata Jogja Terbaru

Mesin roasting kopi memiliki banyak keunggulan. Pertama, proses pemanggangan sangat terukur. Roastmaster bisa memilih tingkatan roasting. Mulai dari dark roast, medium roast, serta light roast. Kedua, mesin roasting memiliki alat pengatur suhu serta panas. Sehingga proses pemangangan kopi sangat merata.

Setelah proses roasting selesai, maka langkah selanjutnya adalah proses resting kopi. Pasca resting, kopi masuk proses penggilingan (Grinder). Diera kini, penggilingan kopi bisa menggunakan mesin Grinder. Jadi tidak perlu lagi Bung & Nona keluar tenaga untuk menumbuk kopi menggunakan lumpang dan alu sampai halus.

Mesin grinder modern dibagi dua. Ada mesin grinder yang otomatis dan ada juga yang manual.  Manual tentu digerakkan oleh tangan. Sementara itu, yang otomatis digerakkan listrik.

Grinder berdasarkan jenis pisau giling juga di bagi menjadi dua. Pertama, Blade Grinder. Blade Grinder bentuknya mata pisau yang sangat tajam. Kedua, Burr Grinder. Burr grinder bentuknya pisau bergerigi.

Di zaman industri kopi, mesin-mesin yang berguna untuk mengelola kopi semakin dibutuhkan oleh para pelaku bisnis kopi. Supaya proses pengelolaan kopi semakin cepat, untuk memenuhi kebutuhan kopi masyarakat.

Disisi lain, alat-alat tradisional seperti wajan gerabah, lumpang, dan alu juga pas untuk digunakan. Untuk ajang nostalgia atau bisa juga membuka bisnis kopi dengan dua metode. Pertama, memertahankan proses pengelolaan kopi secara manual. Kedua, menggunakan teknologi pengelolaan kopi.

jasa roasting kopi
Agus Prasetio, Profesor kopi & Roastmaster Coday Lab & Roastery Jogja.
Hal-Hal yang Terjadi dalam Mesin Roasting

Bung & Nona juga harus mengetahui hal-hal yang terjadi dalam mesin roasting kopi. Minimal setelah paham alur roasting, Bung & Nona bisa tahu bahwa kopi yang ada di meja, merupakan  hasil kerja yang luar biasa.

Ada beberapa proses roasting biji kopi yang patut kita ketahui, meskipun Bung & Nona belum menjadi roastmaster. Berikut adalah proses-proses yang terjadi saat kopi diroasting.

Alur Roasting kopi yang pertama adalah pengeringan. Biji Green Bean sebelum diroasting memiliki kandungan air hingga 10%. Agar warnanya menjadi coklat, maka air yang terkandung dalam biji  harus  dikeluarkan dengan cara dipanggang.

Dalam proses pemanggangan pertama, membutuhkan tekanan udara panas yang besar. Tujuan pemanggangan tahap pertama adalah melepaskan kandungan air dalam biji kopi, sehingga kopi jadi kering.

Alur roasting kedua adalah penguningan.  Setelah kopi kering, kulit tipis dalam biji kopi harus dilepas.  Proses penguningan menggunakan saluran udara yang ada dalam mesin roasting. Saluran udara tersebut  akan membantu mengelupas kulit tipis yang menempel dibiji. Sehingga warna kopi menjadi kuning.

Tahap ketiga adalah tahap munculnya pecahan. Ini yang paling seru dalam proses roasting. Telinga mendengar suara pecahan biji kopi yang retak. Bunyinya renyah. Proses retak merupakan tahap awal banyaknya karakter rasa kopi terbentuk.

Tahap keempat merupakan pembentukan tingkatan roasting kopi. Pada tahap ini roastmaster sedang menentukan warna permukaan biji kopi serta tingkatan roasting kopi. Nah, tingkatan roasting kopi secara sederhana dibagi menjadi tiga. Ada light roast, medium roast, dan dark roast. Biasanya roasmastert menentukan tingkatan roasting berdasarkan permintaan konsumen.

Baca Juga  Coffee Roastery Terbaik Indonesia

Tahap terakhir adalah kembali muncul pecahan, dengan suara yang tentunya tidak sekeras pecahan pertama. Pecahan kedua suaranya jauh lebih lembut. Nah, pada proses terakhir ini, minyak yang terkandung di dalam kopi, muncul ke permukaan biji. Biji kopi nampak sedikit berkilau. Setelah itu kopi dikeluarkan pelan-pelan dari mesin roasting.

Nah, setelah selesai melewati tahapan roasting yang seru baget itu, maka biji kopi tidak langsung digiling. Masih ada satu tahap lagi yang dinamakan Resting. Tahap Mendiamkan kopi pasca roasting.

Waktu resting pasca roasting tentu berbeda dengan resting green bean yang bisa setahun lebih. Tahap resting biji kopi pasca roasting, bisa satu hari hingga 10 hari.

Jadi biji kopi yang Bung & Nona minum setiap hari di rumah atau di kedai-kedai kopi melewati proses yang sangat panjang. Tidak bisa makbedunduk hadir begitu saja di meja. Ada banyak sentuhan tangan-tangan petani, roastmaster, dan barista.

Bagi Bung & Nona yang ingin belajar profil roasting kopi secara komprehensif, banyak sekali tempat yang bisa dijadikan untuk belajar. Bagi Bung & Nona yang sedang ingin ke Jogja atau kini sedang tinggal di Jogja, bisa mampir ke Coday Lab & Roastery Jogja. Laboratorium kopi terbaik di Jogja, yang membuka jasa roasting kopi dan kursus barista.

Coday Lab & Roastery, Tempat Belajar Ilmu Kopi

Coday Lab & Roastery Jogja merupakan tempat belajar ilmu kopi. Siapa saja bisa datang untuk belajar. Menimba ilmu roasting kopi, uji cita rasa kopi, menciptakan menu dengan metode manual brew dan espresso, serta manajemen coffee shop.

Bung & Nona yang berniat berkarier menjadi barista, tentu harus belajar ilmu kopi.  Tanpa belajar ilmu kopi yang sangat luas, maka cita-ciita menjadi barista harus pupus. Nah, agar cita-cita Bung & Nona itu tidak pupus, harus ada kemauan untuk  belajar. Agar memiliki ketrampilan membuat menu-menu kopi yang menarik dengan rasa dan aroma yang ciamik.

Di era kekinian, barista  unggul dan memiliki skill yang tinggi, tentu tidak cukup hanya ahli meracik menu kopi dengan metode manual brew dan bisa menjalankan mesin espresso. Barista yang unggul tentu memiliki ketrampilan roasting kopi, minimal paham profil roasting. Bahkan tren terbaru, barista juga bisa  memiliki ketrampilan manajerial, seperti manajemen coffee shop.

Baca Juga  5 Biji Kopi Terenak di Dunia

Untuk memenuhi kebutuhan industri kopi terhadap barista unggul. Maka Coday Lab & Roastery Jogja membuka kursus barista. Ruang kelas kursus barista didesain asyik dan peralatan praktik sangat lengkap. Materi yang dipelajari juga sesuai dengan tren kebutuhan industri kopi.

Ada kelas barista yang berisi materi dasar. Meliputi materi sejarah kopi, macam-macam jenis dan karakter kopi. DItambah dengan materi uji citarasa serta profil roasting kopi.

Ada juga kelas barista dengan materi teknik manual brew terlengkap. Mulai dari teknik Vietnam Drip hingga Syphon. Setelah mengikuti kursus barista di Coday Lab & Roastery, semua peserta bisa menciptakan menu manual brew.

Ada Juga kelas espresso based. Di kelas spesial ini akan diberikan ilmu menggunakan mesin espresso dan  menciptakan menu-menu espresso. Setelah bisa menggunakan mesin espresso, para peserta kursus barista bisa mengikuti kelas latte art. Kelas yang akan memberi ilmu tata cara membuat pola-pola latte art.

Untuk memenuhi tuntutan industri kopi yang sedang membutuhkan manajer-manajer kedai kopi, maka Coday Lab & Roastery juga membuka kelas manajemen Coffee Shop. Yang ikut kelas manajer, tak melulu para barista. Siapa saja yang berminat menjadi manajer coffee shop bisa mengikuti kelas manajer.

jasa roasting kopi
Proses kursus barista di Coday Lab & Roastery Jogja.
Jasa Roasting Kopi Terbaik di Jogja

Coday Lab & Roastery memiliki mesin roasting untuk menunjang kebutuhan pecinta kopi di seluruh Jogja. Mesin roasting gahar itu,  yang pertama untuk proses praktik para peserta yang mengikuti kursus barista.

Kedua, untuk proses produksi kopi yang siap didistribusikan hingga pelosok tanah air. Ketiga, Coday Lab & Roastery Jogja, membuka jasa roasting kopi bagi seluruh pecinta kopi.

Jasa roasting kopi di Coday Lab & Roastery sangat terpercaya. Roastmaster yang menangani proses roasting adalah Profesor Kopi, Agus Prasetio. Bung & Nona tinggal datang ke Coday Lab & Roastery, kemudian ngobrol spesifikasi level roasting kopi. Mau yang light roast, medium roast, dan dark roast, tinggal bilang saja.

Soal harga santai saja. Proses roasting di Coday Lab & Roastery sangat terjangkau. Hanya Rp. 20.000 per kilogram. Namun, Coday belum bisa menerima roasting kopi dengan berat kurang dari 2 KG. Jadi, kalau Bung & Nona memiliki green bean di rumah lebih dari 2 Kilogram dan ingin diroasting secara profesional, langsung saja datang ke Coday Lab & Roastery.

Supaya aroma dan rasa kopi di rumah makin asyik dan kedai kopi makin ramai, langsung gas ke Coday Lab & Roastery Jogja.