Ngaku Pecinta Kopi Hitam, Apakah Kamu Seorang Coffee Snob?

Kopi Hitam – Gaya hidup minum kopi saat ini sebagian besar sudah dikuasai oleh anak muda. Tidak menutup kemungkinan memicu munculnya para coffee snob . Ada juga orang-orang penyuka kopi yang tidak ingin disebut dengan istilah coffee snob , karena mereka berpikiran istilah tersebut mengarah ke sikap seperti ‘sok-sokan’ dan sombong.

Hmm, sepertinya Kita perlu mengulas lebih dalam tentang arti sebuah kata ‘coffee snob ’, supaya Kita mendapatkan penjelasan yang benar , sehingga dapat menggunakannya dengan tepat.

Coffee Snob Dengan Berbagai Macam Pemahaman

Coffee snob  bisa dikatakan sebagai seorang yang memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap sebuah  dan minuman kopi yang mereka konsumsi. Biasanya, didukung dengan kopi saset, kopi dari luar, namun sangat membanggakan kopi produk lokal.

Jika dirangkum dari beberapa sumber yang membahas tentang fenomena coffee snob , entah itu dari sebuah situs kopi hingga gaya hidup sekalipun,  sebenarnya dapat di tarik lurus bahwa coffee snob  merupakan cara seseorang untuk menikmati sebuah kopi.

Menikmati disini memiliki cenderung bagaimana Ia menghayati sebuah kopi. Bagaimana idealisme mereka tentang secangkir kopi. Hal ini tentu didasarkan oleh perasaan cinta mereka pada kopi, sehingga mereka selalu menghargai setiap proses yang dilalui dalam sebuah secangkir kopi.

Berdasarkan situs sebuah situs kopi, seorang coffee snob  yang datang ke sebuah coffee shop untuk memesan kopi dan ingin membuatnya sendiri. Disini kita dapat melihat beberapa pandangan. “Wah, Kamu memang benar-benar pecinta kopi, sampai-sampai harus membuat kopimu sendiri”.

Tapi tak sedikit juga yang beranggapan “Apaan sih, ngapain coba? Kan kita juga bayar. Toh disini juga ada barista yang handal. Buat apa ribet-ribet buat kopi sendiri, kan tinggal percayakan saja pada barista yang ada”.

Memang sih, jika melihat secara sekilas pasti orang-orang seperti itu justru  dianggap mengganggu kerja para barista. Tapi disisi lain, ini hanya sebuah tindakan dimana Ia ingin menikmati kopi dengan caranya sendiri. Mereka tidak ingin menyia-nyikan kopi. Para coffee snob  ini ingin benar-benar dapat merasakan kopi dengan sangat baik.

Sedangkan berdasarkan suatu situs gaya hidup melihat hal ini dilihat sebagai proses apresiasi terhadap sebuah kopi. Mereka ingin lebih menghargai kopi dengan memperhatikan asal usul kopi, proses pasca panen, tingkat roasting yang tepat, hingga metode penyeduhan.

Dari pembahasan diatas mungkin Bung dan Nona sudah mendapatkan gambaran tentang coffee snop si pecinta kopi hitam. Nah, mengapa sih coffee snop ini masih merujuk pada konotasi yang negatif. Hmm, yuk lanjut simak ulasannya berikut ini.

Sebagai Pecinta Kopi Hitam, Coffee Snob Masih Identik Dengan hal Negatif?

Jika liat telaah lebih jauh, sebenarnya coffee snob  ini tidaklah memiliki konotasi yang negatif. Mari kita telaah lebih jauh tentang fenomena yang satu ini.  Coffee snop sebenaranya lebih sama dengan orang yang memiliki hobi, hobi dengan kopi.

Jika seorang coffee snob  selalu dapat menempatkan diri sesuai dengan lingkungannya, maka itu jelas tidak akan menjadi suatu masalah. Anggaplah seorang coffee snop ini sama seperti gamers. Mereka memiliki sisi positif dan negatif.

Ia akan menjadi positif apabila berbicara sesuai dengan konteks dan lingkungan. Dan akan menjadi negatif ketika ia tidak berbicara sebuai dengan konteks dan lingkungan. Sebagai pecinta kopi, akan menjadi salah ketika Ia mengaku sebagai pecinta kopi namun berbicara di ruang publik yang tidak sesuai dengan konteks.

Ruang publik bisa dikatakan sebagai tempat yang bisa mengangkatmu bahkan juga bisa menjatuhkanmu dalam-dalam. Ruang publik memiliki kawasan yang tak terhingga. Ada banyak sekali pendapat yang berlawanan dengan argumentasimu. Di sana pendapat-pendapat yang harus untuk dihormati.

Agar Bung dan Nona secara hakiki dapat memahami dengan benar apa itu coffee snob  adalah dengan selalu rendah hati dan berhati-hati. Rendah hati disini adalah menempatkan sebuah argumen ditempat yang tepat.

Selalu menerima perbedaan pendapat daroi orang lain, sedangkan berhati-hati adalah berhati-hati dalam bertutur kata dan juga mengeluarkan statement. Dengan kata lain, menjadi seorang yang berpredikat coffee snob  adalah harus tetap stay humble.

Nah, setelah membaca artikel ini Kamu langsung penasaran? Apakah Kamu seorang coffee snob  si pecinta kopi ? Yuk Kenali ciri-cirinya berikut ini.

3 Ciri-Ciri Coffee Snob

Munculnya fenomena coffee snob  ini memang sebuah keunikan. Seiring dengan merajalelanya gaya hidup minum kopi saat ini. Istilah tersebut yang merujuk pada orang-orang yang menikmati kopi dengan cara mereka sendiri.

Cara yang bagaimana? Jawaban untuk pertanyaan ini bisa banyak ragamnya. Mungkin salah satu jawaban yang paling mengena adalah mereka yang haus akan eksistensinya sebagai pecinta kopi. Cara yang dapat menggambarkan mereka sebagai seorang pecinta kopi bahkan sangat mencintai kopi.

  1. Big No pada kopi saset!

Kamu punya teman yang ngaku pecinta kopi? Jangan sekali-kali Kamu mengajaknya untuk ngopi saset! Yes, bagi kaum-kaum pecinta kopi hitam yang berembel coffee snob  ini sangat menolak dengan teramat untuk minum kopi saset.

Haram hukumnya untuk mereka seset saja minum kopi saset. Apalagi minuman kopi yang ada di warung-warung kuningan atau yang akrab dengan sapaan warung wurjo atau burjoan di kalangan mahasiswa Yogyakarta.

Bahkan ada juga loh yang mengaku pecinta kopi menganggap ajakan seorang teman mengopi saset adalah sebuah penghinaan besar. Haduh, kok gitu banget ya.

  1. Anti Kopi Kopi Kapitalis

Selain haram hukumnya meminum kopi saset, para pengaku pecinta kopi saset ini juga pantang untuk berkunjung ke kedai kopi yang berskala besar. Kopi-kopi terkenal seperti kopi yang identik dengan warna hijau dengan wajah seorang wanita berambut panjang. Sebenarnya jika ditelaah lebih jauh, entah alasan apa yang membuat mereka sangat menolak untuk mencicipi kopi seperti ini.

Bisa saji mereka menolak kedai-kedai kopi yang instant. Kedai kopi yang cenderung menempuh cara instant dalam pengolahan kopi dalam skala yang lumayan cukup besar. Seperti yang sudah dikatakan diawal, mereka sangat mengapresiasi kopi lokal, sehingga mereka jelas lebih memilih kedai-kedai kecil dan independen yang menyajikan kopi dengan sepenuh hati.

  1. Kopi Hitam Tanpa Kupu-Kupu

Setiap orang memang memiliki cara untuk menikmati kopi. Ada yang suka kopi ditambah dengan susu, gula, hingga syrup. Hal ini juga berlaku pada seorang coffee snob . Mereka punya caranya sendiri yaitu dengan tidak menambahkan apapun kedalam secangkir kopinya. Mereka beranggapan bahwa kopi sudah memiliki rasa yang unik tak perlu ditambah dengan apapun. Jika ditambah dengan pemanis lainnya, maka akan menghiangkan rasa asli kopi tersebut.

Itulah tadi sedikit gambaran tentang coffee snob  si pecinta kopi hitam. Menjadi seorang pecinta kopi bisa mengespresikan dirinya terhadap kopi dengan cara yang unik. Bung dan Nona yang ingin lebih mengenal kopi dengan cara yang tepat?

Yuk, langsung saja datang ke Coday Coffee Lab & Roastery. Kami akan senantiasa mengenalkanmu dengan berbagai jenis kopi yang ada didunia ini. Bung dan Nona juga bisa menjadi barista kece. Atau bisa juga jadi pecinta kopi yang tetap stay humble.

Nah, Bung dan Nona yang sat ini mengaku pecinta kopi, apakah termasuk golongan coffee snob ? Jika iya, sudah tahu kan bagaimana cara mengatasinya?

Terlihat sama, Inilah Perbedaan Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Kopi Arabika – Saat ini kopi menjadi menu yang sedang sangat naik. Tidak hanya minuman yang menjadi hits. Berbagai jenis makanan yang divariasikan menggunakan kopipun ikut melejit. Untuk sebagian orang mungkin kopi menjadi sesuatu yang asing.

Tidak sedikit dari mereka yang bertanya-tanya “Apa sih istimewanya sebuah kopi?”. Artikel ini mungkin akan menjawab pertanyaan Bung dan Nona yang masih awam dengan kopi.

Kopi Arabika Vs Kopi Robusta

Kopi sendiri memiliki beberapa jenis. Diantaranya yang paling terkenal adalah Arabika dan Robusta. Kedua jenis kopi ini juga memiliki perbedaan. Biasanya orang-orang mengenal jenis ini dengan sebutan yang menggambarkan karakter dari kopi tersebut. Misalnya Arabika, biasanya ketika mendengar kata Arabika yang terbayang adalah ‘kopi mahal’.

Untuk mengenalnya lebih dekat, Coday.id akan mencoba mengulas tentang perbedaan dan ciri yang mudah untuk mengenal jenis Arabika dan Robusta untuk Bung dan Nona.

  • Kopi Arabika

Arabika merupakan salah satu tanaman kopi yang dibudidayakan di berbagai negara di dunia. Kopi ini awalnya berasal dari Brasil dan Etiopia. Kopi ini juga menjadi spesies yang pertama ditemukan dan dibudidayakan dari dulu hingga sekarang.

Kopi jenis Arabika hanya mampu tumbuh didaerah yang memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 700 sampai 1700 mdpl. Penerapan kopi yang satu ini lebih sulit ketimbang kopi Robusta. Arabika lebih rentan terserang penyakit karat daun apalagi jika kopi ini ditanam di daerah kurang dari 700 mdpl. Perawatan yang lebih sulit, membuat kopi dari biji arabika lebih mahal dibandingkan dengan kopi-kopi yang lain.

Arabika merupakan jenis kopi yang paling populer di dunia. Menurut data statistik pada tahun 2018 lalu, produksinya mencapai hingga 95 juta kg. Padahal standar produksi hanya mencapai sekitar 60kg. Di Indonesia perkebunan kopi jenis ini dapat ditemukan di pegunungan Toraja, Sumatera Utara, Aceh, dan beberapa daerah di pulau Jawa.

Bicara soal rasa, kopi ini memiliki rasa manis namun ringan saat diminum. Arabika memiliki rasa yang aromatik dan kaya akan rasa. Jadi, jika Bung dan Nona hendak membelinya di kedai kopi maka Anda bisa langsung lihat deskripsi rasa seperti floral, fruity, orange, buttery, dan lain-lain.

Ada beberapa fakta menarik yang Bung dan Nona perlu kertahui. Pertama, Arabika mengandung kadar kafein yang dua kali lebih rendah ketimbang Robusta. Kedua, kopi ini juga memiliki kadar gula dua kali lebih tinggi. Ketiga, Arabika memiliki tingkat acidity yang lebih tinggi. Keempat, dari segi ukuran dan bentuk, biji Arabika memiliki bentuk yang oval dan ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan biji Robusta.

  • Kopi Robusta

Berberda dengan Arabika, biji kopi Robusta jauh lebih mudah untuk ditanam dan dirawat, oleh sebab itu harganya jauh lebih murah ketimbang Arabika. Kopi Robusta berasal dari Afrika Barat. Kopi ini tumbuh didataran yang lebih rendah ketimbang biji Arabika. Kopi Robusta juga ditanam di daerah yang memiliki suhu lebih tinggi.

Kopi Robusta adalah salah satu jenis tanaman kopi yang memiliki cita rasa khas yaitu rasa yang kuat dan cenderung pahit. Jika Bung dan Nona suka minum kopi yang tersedia di warung-warung kelontong, secara tidak langsung telah menikmati kopi Robusta. Kopi siap saji seperti ini banyak yang menggunakan kopi Robusta atau menggunakan kopi blend untuk mendapatkan cita rasa yang kuat.

Jika dilihat dari hasil produksi secara global, kopi robusta menduduki peringkat kedua setelah Arabika. Indonesia menjadi salah satu negara penghasil kopi Robusta tersebesar di Dunia karena sebagian besar perkebunan kopi di Indonesia merupakan jenis Robusta. Sedangakan Vietnam menjadi negara pengeksplor kopi Robusta terbesar didunia. Kurang lebih hampir 30%  kopi Robusta di dunia dieksplor dari sana.

Kopi Robusta memiliki keistimewaanyaitu tahan lama. Rahasia ketahanan kopi Robusta ini adalah karena kandungan kafein san asam klorogeniknya yang tinggi. Ini menjadi salah satu fungsi yang menjadikan tanaman Robusta bebas terkena hama dan penyakit.

Kalau bicara soal rasa, kopi Robusta sering digambarkan dengan kopi yang pahit dengan karakter yang tajam seperti kayu dan karet. Rasa pahit ini muncul karena kandungan kafein yang sangat tinggi. Jadi, jika Bung dan Nona mencari kafein yang tinggi, kopi robusta solusinya.

3 Jenis Kopi Indonesia yang Mendunia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Indonesia memiliki banyak jenis kopi yang sudah unggul di mancanegara. Kopi tersebut terdiri dari Robusta dan Arabika. Kopi-kopi ini memiliki rasa yang unik dan memiliki karakter masing-masing. Berikut ini merupakan kopi dari jenis Arabika dan Robusta yang perlu Bung dan Nona Coba:

  • Arabika Gayo, Aceh

Kopi Gayo berasal dari daerah Tanah Gayo Aceh. Kopi Arabika Gayo merupakan kopi dari jenis Arabika yang paling terkenal. Kopi ini sudah mendunia. Banyak masyarakat baik dalam maupun luar negeri yang mengonsumsi kopi yang satu ini. Kopi ini juga menjadi penghasil kopi terbesar di Asia.

Kopi Gayo merupakan kopi yang memiliki keistimewaan tersendiri. Selain menjadi Kopi berjenis Arabika terbaik, kopi ini memiliki aroma yang khas. Kopi ini memiliki rasa pahit yang lebih dengan rasa asam yang rendah. Kopi Gayo juga memiliki aroma gurih yang sangat tajam, sehingga menjadi daya pikat.

  • Toraja, Sulawesi Selatan

Seperti namanya, kopi Toraja merupakan kopi yang berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kopi Toraja merupakan kopi yang tenar dengan sebutan Queen Of Coffee. Julukan ini dibuat berdasarkan rasa yang seimbang dalam kopi Toraja. Kopi jenis Arabika ini memiliki tingkat keasamanan yang rendah, memiliki rasa floral dan fruity. Jadi ketika Bung dan Nona meneguk, akan mendapatkan sensasi kopi yang kuat dengan diiringi rasa kecut atau masam dan menyisakkan pahit diujung lidah.

Kopi Toraja merupakan salah satu jenis kopi Varietas Arabika. Kopi ini sudah sangat terkenal kenikmatannya. Rasanya yang identik dengan kecoklatan, tembakau, dan juga caramel. Jika dinilai untuk kalangan yang tidak suka terlalu pahit atau asam, kopi Toraja sangat cocok untuk dikonsumsi.

  • Kopi Lampung

Kopi Robusta yang paling populer di Indonesia adalah Kopi Lampung. Kopi ini ditanam di daerah dengan ketinggian sekitar 600 mdpl di perkebunan Lampung Barat yang mencapai 56 hektar dan di daerah Kabupaten Tenggamus yang mencapai hingga 43 hektar. Dari segi geografis, struktur tanah, dan iklim menjadi alasan mengapa kopi ini memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi robusta lainnya.

Cita rasa kopi Lampung ini jika dirasakan oleh orang awam mungkin akan kurang suka. Rasa pahit pekat langsung bisa menmpel di lidah. Nah untuk Bung dan Nona yang ingin mengurangi rasa pahit, bisa menyeduhnya menggunakan teknik V60.

Demikianlah sedikit ulasan tentang apaitu kopi Arabika dan kopi Robusta beserta perbedaannya. Jika Kamu ingin merasakan kopi-kopi khas Indonesia, Kamu bisa langsung datang ke Coday Coffee Lab & Roastery untuk mencicipinya. See you!