Kopi ini Dikatakan Sebagai Kopi Sumatera Terbaik

Coday-  Membahas  kopi Sumatera  tentunya bahasannya cukup luas mengingat banyak jenisnya kopi Sumatera. Di pulau yang dikenal dengan nama Andalas ini memiliki kopi kualitas bagus salah satunya adalah Kopi Robusta Sidikalang. Kopi Sidikalang ini memiliki citarasa yang khas yang tentunya dapat membuat lidah tergiur. Aroma kopinya juga tajam sehingga membuat Anda ingin cepat-cepat minum.

Kopi Sidikalang layaknya kopi robusta lainnya, namun bedanya kopi ini menguasai 30 persen pasar dunia. Pada kopi Sidikalang ada keunikana rasa seperti rasa coklat, bau yang dihasilkan cukup khas dan memiliki cita rasa yang manis, warnanya juga cukup variasi tergantung pengolahan, dan teksturnya lebih kasar dibanding dengan tekstur arabika. Dengan ciri-ciri tersebut, kopi ini sangat baik untuk Anda yang menyenangi kopi aroma sedang.

Baca Juga  Tidak Ada Cara Cepat Menjadi Barista Meski Anda Seorang Nabi

Ciri-ciri dan karakteristik Kopi Robusta dari Sidikalang, yakni memiliki aroma nutty atau kacang-kacangan. Selain itu, aroma chocolate juga bisa Anda  jumpai di kopi sehingga merasa lebih mencium bau manis dibandingkan wangi kopi tajam. Jika salah semua aroma ini tercampur dan bisa didefinisikan dengan jelas maka kopi tersebut masuk ke dalam grade A. Karena masuk ke grade A, maka rasanya juga akan terasa lebih mantab di banding grade lainnya.

Proses pembuatan Kopi Robusta Sidikalang ini unik, petani tak perlu menunggu kopi ketika sudah matang, yang dilakukan adalah menggilingnya untuk memisahkan kulit dengan biji kopi setelah dicuci sampai bersih dengan cara diinjak-injak hingga lendir lepas bersamaan dengan air.

Dengan berbagai karakteristik dan keunggulan dari Kopi Robusta Sidikalang, maka sudah menjadi rahasia umum bahwa kopi ini memiliki penggembar yang cukup banyak. Tak hanya di dalam negari melainkan hingga dunia internasional seperti kopi dari Sumatera lainnya.

Di Negeri Asli Miyabi, Kopi Nusantara ini Harganya Selangit

Coday- Di Negeri Asli Miyabi, Kopi Nusantara ini Harganya Selangit? Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae mengatakan ‘ ingat kopi, ingat Toraja” pada  Festival Kopi dan Kuliner 2017 di kawasan Argowisata Pango-Pango. Melalui kopi Bupati Toraja ini ingin mengubah kesan Toraja yang mistis menjadi wisata yang menyenangkan.

Toraja selama ini memang dikenal dengan gua kuburan dimana ada tradisi penguburan mayat yang unik. Tapi setidaknya ada objek wisata yang juga unik yakni wisata kopi di Toraja. Panorama perkebunan kopi di Toraja yang indah karena dikelilingi banyak bukit dan gunung berketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga  Di Negeri Asli Miyabi, Kopi Nusantara ini Harganya Selangit

Soal rasa kopi rasa kopi Toraja ini sudah diakui dunia. Di kancah dunia internasional, Toraja justru lebih identik dengan kopi. Kopi Toraja sudah sampai Nordik-Skandinavia, Finladia, Denmark, Swedia, Belanda, hingga Jepang. Nah di negara-negera itu kopi ini berlabel Toraja (Toraja Arabica Coffee). Biasanya dipajang di kafe-kafe di tempat yang bergengsi.

Menurut Deputy Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Esthy Reko Astuti kopi Toraja ini kualitasnya cukup bagus maka wajar jika harganya mahal. Di Jepang saja ada 5000 restoran dan kafe yang menyuguhkan Kopi Toraja. Jadi sangat mungkin mengembangkan wisata kopi. Festival Kopi dan Kuliner 2017 ini sebagai langkah awalnya.

Ada wacana jika kopi Toraja adalah komoditas  unggulan yang dapat dijadikan  sebagai objek pariwisata. Misalnya dengan menikmati secangkir kopi Arabica Toraja sambil berkeliling perkebunan. Wisata ini akan diminati pelancong lokal maupun internasional. Di Jepang kopi Toraja dikatakan paling mahal, harganya Rp 169 ribu percangkir. Dari sinilah ide kopi Toraja akan dikemas dengan wisata kopi.

Berikut adalah video kopi dari tana  Toraja yang tersohor dari akun youtube Harian Kompas: