Memetik Buah Kopi Memerlukan Tahapan yang Benar

Coday- Memanen kopi tidak bisa sembarangan. Secangkir kopi yang nikmat berasal dari perjalanan yang cukup panjang mulai dari tumbuh berkembangnya sebagai tanaman, pengolahannya saat pascapanen hingga menyajikan menjadi minuman  yang nikmat.

Ada baiknya jika sebagai pecinta minuman kopi, tidak hanya mengetahui jenis minumannya saja, melainkan juga perjalanan dari tanaman hingga bubuk yang siap untuk diseduh.

Memetik panen kopi ( Sumber: img.bisnis.com)

Ciri kopi siap dipanen

Tanaman kopi mulai berbuah pada kisaran umur 2-5 tahun. Jenis kopi robusta akan lebih cepat muncul buahnya dibandingkan dengan arabika. Pada usia seperti ini buahnya hanya sedikit dan akan terus bertambah hingga umur lima tahun ke atas.

Baik robustaa atau arabika, keduanya berbuah secara musiman. Robusta memerlukan waktu 8-11 bulan  dari mulai kuncup hingga siap dipanen, sedangkan arabika perlu waktu 6-8 bulan.

Pemetikan buah kopi

Kematangan buah kopi tidak secara serentak sehingga untuk memanennya, diperlukan waktu yang lama. Periode panen raya biasanya berlangsung selama 4-5 bulan dengan frekuensi pemetikan buah setiap 10-14 hari.

Proses sortasi

Kemudian memanen buah kopi, dilakukan penyortiran berdasarkan kualitasnya. Fase ini juga  memisahkan kopi dari kotoran dan buah-buah yang cacat atau rusak. Buah yang telah yang disortir harus segera diolah karena jika disimpan terlalu lama akan memicu reaksi kimia yang akan menurunkan mutu kopi.

Setelah dipanen, buah kopi tidak serta merta dikupas dan disangrai (roasting) begitu saja. Ada beberapa tahap sebelum biji kopi siap untuk di-roasting. Proses pengolahan kopi tersebut disebut pula dengan proses pascapanen.

Rupanya, proses pengolahan kopi pascapanen ini turut menentukan karakter dan rasa kopi. Jadi, rasa kopi yang nikmat tidak hanya bergantung pada cara membuatnya menjadi minuman saja. Melainkan melalui proses panjang yang sangat mendetil.