“New Normal” dan Peluang Bisnis Kopi Take Away

Bisnis Kopi Take Away – Kopi Take Away adalah model bisnis kopi yang sedang berkembang jauh-jauh hari sebelum kata ajaib “new normal” muncul. Pihak yang merancang model bisnis kopi take away seakan dapat menerka perubahan pola konsumsi kopi dimasa depan.

Seperti penerka yang sudah berpengalaman dan mampu berpikir jauh ke depan, terkaan tersebut sangat tepat. Kini, perubahan pola konsumsi kopi sudah hadir secara aktual dihadapan Bung & Nona. Penikmat kopi telah terbukti menggeser pola  konsumsi kopi.

Pola konsumsi Kopi yang biasanya dinikmati sambil nongkrong dan ngobrol bareng kawan-kawan tergeser oleh budaya membeli kopi lantas menikmatinya di rumah atau di ruang kerja. Bahkan konsumen tidak perlu pergi ke kedai kopi, tinggal pesan kopi lewat transportasi online, kopi kesukaan sudah tiba di rumah.

Tentu pergeseran pola konsumsi tidak terjadi secara simultan. Tetap ada pengecualian, tetap banyak penikmat kopi yang suka nongkrong. Meskipun kenormalan baru sangat didorong oleh ancaman Covid-19. Namun, lama-kelamaan budaya baru tersebut akan diikuti oleh banyak orang.

Ditambah lagi, munculnya transportasi online macam Go-Jek dan Grab yang telah memanjakan konsumen. Tidak perlu lagi keluar bawa mobil atau motor, kopi favorit bisa dipesan dan dinikmati di rumah sambil nonton film terbaru atau mendengar podcast di rumah.

Dengan munculnya kenormalan baru yang menggeser budaya konsumsi kopi, disertai munculnya jasa transportasi online, peluang bisnis kopi take away untuk sukses semakin besar. Peluang tersebut makin besar tatkala pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat kembali meningkat.

Keunggulan Model Bisnis Kopi Take Away

bisnis kopi take away

Model bisnis kopi take away yang memiliki selling point kopi langsung bisa dibawa pulang dan pembeli tidak harus pergi ke kedai kopi. Cukup di rumah saja, konsumen dimanjakan. Namanya juga take away, bentuk kedai juga minimalis, sedikit meja dan kursi buat nongkrong. Yang penting ada mesin espresso, peralatan lengkap manual brew, wadah macam-macam kopi, dan gelas.

Model bisnis kopi take away pas banget buat Bung & Nona yang ingin memiliki kedai kopi  namun terhalang modal besar. Mulai dari keberatan membayar biaya sewa ruang strategis yang mahal di pinggir jalan. Kemudian beratnya membayar biaya sewa ruangan yang luas untuk menampung  meja & kursi bagi penikmat kopi yang suka nongkrong. Ditambah lagi, biaya tetap untuk karyawan dan listrik.

Semua biaya tersebut bisa dipotong ketika Bung & Nona memutuskan untuk membangun kedai kopi model take away. Ada beberapa variabel yang membuat bisnis kopi take away lebih hemat, bahkan bisa lebih hemat lagi saat Bung & Nona saling berkolaborasi dalam modal.

Pertama, ruangan kecil yang efisien di pinggir jalan atau bahkan di gang-gang kampung, bisa dimanfaatkan untuk membangun bisnis kopi take away. Tentu dengan ukuran ruangan yang lebih kecil, biaya sewa bisa lebih murah.

Bahkan bisa tanpa mengeluarkan biaya sewa tempat. Caranya, manfaatkan halaman rumah Bung & Nona menjadi ruangan spesial menjalankan bisnis kopi take away.

Kedua, jumlah karyawan bisa ramping untuk menghemat biaya tetap. Bisnis kopi take away bisa dijalankan oleh 3 karyawan. Mulai dari satu barista, satu admin, bahkan tanpa server pun bisa beroperasi saat barista rela mengalokasikan tenaga dan waktunya sebentar saja untuk memberikan kopi ke pembeli.

Ketiga, dengan ruangan yang minimalis tentu kebutuhan listrik juga lebih sedikit. Pasang lampu lebih sedikit,  yang penting mesin espresso dan mesin grinder  bisa bekerja.

Bisnis kopi konvensional memang lebih banyak mengeluarkan biaya listrik karena setiap pengunjung yang nongkrong biasanya sambil mengisi daya gawai. Kemudian banyak bola lampu yang harus dipasang. Lewat model bisnis take away, tentu tidak ada yang nongkrong, tidak ada pula yang mengisi daya gawai. Alhasil, Bung & Nona tidak perlu menanggung banyak biaya listrik.

Keempat, biaya interior juga bisa dirampingkan. Bisnis kopi konvensional membutuhkan ruangan yang besar. Apalagi dengan konsep indoor. Suasana dekorasi interior yang menarik dan memikat pengunjung tentu lebih besar.

Kelima, promosi bisnis kopi take away juga lebih murah. Bung & Nona bisa membuka akun bisnis di Instagram dan Facebook untuk proses promosi. Peluang yang paling besar dan murah, Bung & Nona bisa mendaftarkan bisnis kopi take away di Go-Food.

Lewat model take away,  Bung & Nona bisa mengalokasikan modal besar untuk promosi online. Sebagai wujud konkrit mengenalkan keunggulan kopi Bung & Nona ke publik. Supaya merek kopi dikenal dan mendapatkan banyak pelanggan.

Unique Selling Point Bisnis Kopi Take Away

bisnis kopi take away

Bagi Bung & Nona yang niat memiliki bisnis kedai kopi dengan model take away tentu harus cerdas membangun keunikan (Unique Selling Point)  yang tidak dimiliki oleh kompetitor.  Keunikan yang dijadikan selling point  sangat penting diterapkan dalam model bisnis kopi take away, karena model bisnis take away masih baru di tengah masyarakat.

Ketika hal baru tidak memiliki keunikan yang bisa merebut hati penikmat kopi, maka sulit pula merek bisnis kopi Bung & Nona  secara cepat menempel dibenak konsumen. Apalagi, di wilayah Bung & Nona sudah banyak berdiri bisnis kopi take away, tentu persaingan merebut hati konsumen semakin ketat.

Kunci untuk merebut pasar tentu harus memiliki unique selling point. Supaya bisnis kopi Bung & Nona mudah diidentifikasi konsumen, mudah merebut perhatian konsumen, dan mendapatkan konsumen loyal.

Ada banyak hal yang bisa disusupi unique selling point dalam bisnis kopi take away. Mulai dari rasa hingga kemasan bisa dioptimalisasi untuk menghadirkan sensasi keunikanyang tidak dimiliki oleh kempetitor.

Yuks, bagi yang mau membangun bisnis kopi take away mulai dari sekarang harus cek kompetitor dan mencari unique selling yang tepat. GASSSSSSS.

8 Hal yang  Harus Anda Hindari Jika Ingin Berhasil Dalam Manajemen Coffee Shop

8 hal yang harus Anda hindari jika ingin berhasil dalam manajemen coffee shop. Perlu Anda perhatikan betul ulasan berikut ini, jika saat ini Anda sedang menggeluti bisnis di dunia kopi. Kegagalan Anda selama ini bisa jadi karena tidak sadar sudah melakukan hal-hal di bawah ini.

Banyak orang suka minuman berkafeina ini, tetapi, mengapa ya banyak pula usaha kedai kopi yang gagal?

Kebanyakan kegagalan itu tetap terjadi bukan karena kualitas kopi yang dimiliki oleh pengusaha kopi. Bahkan ketika sudah memiliki barista andal pun, banyak usaha kopi tetap gulung tikar. Jadi, apa saja 8 hal yang harus Anda hindari jika ingin berhasil dalam manajemen coffee shop?

Bisnis kedai kopi orang lain karena hal-hal di bawah ini. Jangan sampai bisnis kopi Anda mengalami hal serupa.

8 hal yang harus Anda hindari jika ingin berhasil dalam manajemen coffee shop

1. Tidak melakukan riset

Ini dia salah satu kesalahan yang banyak dilakukan oleh pengusaha pemula. Merasa sudah memiliki modal, mereka lantas melewati tahap satu ini, yaitu melakukan riset. Biasanya pengusaha pemula lebih cenderung ingin cepat-cepat melihat kedainya berdiri, tanpa menyiapkan strategi.

Ini juga biasanya dilakukan oleh mereka yang mengambil alih suatu usaha kopi yang sudah berjalan. Padahal, riset sangat penting untuk jalannya sebuah usaha. Riset apa saja yang perlu dilakukan?

Seorang pengusaha, apapun bisnisnya seharusnya melakukan riset yang melingkupi beberapa hal seperti berikut ini:

  • – Membaca artikel, buku atau sumber-sumber lain yang membahas tentang bisnis kedai kopi
  • – Mencari sumber-sumber referensi tentang membuka suatu badan usaha
  • – Melakukan riset untuk mengetahui elemen, faktor, serta biaya yang dibutuhkan untuk membuka suaha kedai kopi
  • – Mengikuti sekolah kopi untuk belajar tentang roasting, meracik kopi dan coffee shop management

2. Salah membuat rencana

Usaha apapun yang akan Anda jalankan, harus dengan perencanaan, termasuk bisnis kedai kopi. Sebaiknya, Anda melakukan perencanaan terhadap hal-hal berikut ini:

  • – Jadwal Anda menjalankan usaha kedai kopi
  • – Memisahkan uang kebutuhan sehari-hari, uang tabungan, dan uang untuk hal-hal lain dengna uang yang Anda pakai untuk mengelola kedai kopi.
  • – Evaluasi, pengembangan dan modifikasi konsep usaha kedai kopi Anda
  • – Tulis secara detail rencana bisnis Anda
  • – Menyusun anggaran usaha kedai kopi
  • – Tentukan waktu untuk meraih target Anda

3. Tidak menggunakan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan usaha

Banyak pengusaha pemula menganggap menjalankan usaha kedai kopi itu mudah. Ini sebenarnya anggapan yang  menarik dan bisa tepat, jika sebelumnya sudah melakukan riset serta perencanaan yang matang.

Keberhasilan juga tergantung pada sikap kita terhadap setiap tantangan dan rintangan bisnis yang muncul. Gunakan setiap kesempatan untuk memperbaiki, improvisasi dan evaluasi terus menerus sampai menemukan strategi yang pas untuk bisnis Anda sendiri.

4. Tidak merencanakan konsep kedai kopi Anda sendiri

Tanpa merencanakan konsep, Anda seperti menaiki perahu di lautan luas dan terombang-ambing tanpa tahu arah dan tujuan. Menetapkan konsep kedai kopi Anda berarti Anda akan bisa menghemat waktu dan biaya, karena Anda sudah mengetahui langkah apa saja yang Anda ambil untuk mewujudkannya.

Itulah sebabnya, sebaiknya Anda menentukan terlebih dahulu konsep kedai kopi Anda. Perlu diingat, Anda pun harus menyesuaikan dengan lokasi, target pasar dan yang paling penting, dengan anggaran yang Anda siapkan.

5. Tidak membuat pembukuan dan laporan keuangan

Laporan keuangan memungkinkan Anda untuk mencatat kas, dan kemudian mengecek pengeluaran serta pemasukan. Dari sini Anda akan mampu melihat laba-rugi yang Anda dapatkan dari usaha kedai kopi yang Anda jalankan.

6. Terlalu banyak hutang atau tagihan

Jika uang tabungan Anda sendiri tidak mencukupi untuk membukan usaha sendiri, memang wajar jika Anda meminjam pada bank, teman atau saudara. Namun, perlu Anda ketahui bahwa terlalu banyak hutang atau tagihan bisa menghancurkan usaha yang baru Anda jalankan.

Sebaiknya Anda melakukan pemutaran uang sesuai dengan anggaran yang tersedia. Jika memang Anda serius ingin mendirikan usaha kedai kopi sendiri, sebaiknya Anda terlebih dahulu mendapatkan modal dari sumber yang tidak akan membuat usaha Anda hancur sebelum berkembang.

Pastikan tagihan yang harus Anda bayar  tidak melebihan pendapatan setiap bulan. Jadi, sebaiknya memperhitungkan dengan matang sebelum membuka usaha kopi Anda sendiri.

7. Salah memilih rekan kerja dan karyawan

Ini juga hal yang perlu Anda hindari, yaitu salah memilih karyawan dan rekan kerja. Kedai kopi menjamur dimana-mana. Jika Anda memilih menjalankan bisnis ini, pastikan Anda senantiasa memperhatikan kenyamanan pelanggan, karena mereka juga yang akan dengan senang hati mempromosikan kedai kopi Anda jika pelayanan yang Anda berikan baik dan menyenangkan.

Pelanggan yang happy adalah pelanggan yang selalu kembali ke kedai kopi Anda. Anda tidak hanya perlu memperhatikan kualits rasa dan aroma kopi di kedai Anda, tetapi juga pelayanan kepada pelanggan. Ini penting karena, senikmat apapun kopi yang Anda suguhkan, jika pelayanan tidak membuat pelanggan nyaman, tetap tidak akan membuat mereka kembali.

Jadi, sebaiknya juga berhati-hati ketika memilih barista. Mempekerjakan seseorang yang profesional dengan kepribadian yang baik dan ramah adalah ide bagus. Mengapa? Karena banyak orang lebih memilih menikmati minum kopi dengan rasa standar tapi mendapat perlakukan yang menyenangkan, daripada minum kopi nikmat tapi dengan perlakuan kasar.

8. Manajemen yang tak tertata

Usaha apapun, pastinya membutuhkan manajemen yang tertata dengan baik. Tanpa manajemen yang baik, mustahil suatu usaha bisa berjalan dengan lancar, apalagi bertahan. Sebaiknya Anda pun memperhatikan manajemen kedai kopi Anda sehingga usaha Anda tidak terancam berhenti di tengah jalan.

Manajemen yang perlu Anda tata melingkupi hal-hal sebagai berikut:

  • – Pengelolaan karyawan dan apapun yang berhubungan dengan SDM
  • – Penggajian
  • – Hubungan dengan para vendor
  • – Anggaran
  • – Training bagi karyawan

Ini bisa membutuhkan waktu lama. Tetapi, jika benar-benar Anda perhatikan, Anda tidak akan menyesal. Untuk itu, Anda perlu banyak belajar dari berbagai sumber. Banyak-banyaklah mengunjungi kedai-kedai kopi dan kafe-kafe di kota Anda.

Belajarlah sebanyak mungkin tentang industri kedai kopi dan tetap pertahankan semangat Anda. Lebih bagus lagi jika Anda bersedia belajar lebih banyak tentang kopi dengan mengikuti sekolah kopi.

Bagi Anda di Jogja, salah satu tempat belajar kopi terbaik ada di Coday Coffee Lab and Roastery yang beralamat di Jl. Ahmad Wahid No. 53 Sampangan, Mantup, Banguntapan, bantul, Yogyakarta 55197. Sekolah kopi sekaligus kafe ini tempatnya belajar para pencinta kopi dari dalam dan luar negeri.

Di Coday Coffee Lab and Roastery pun ada kelas manajemen coffee shop. Dengan tim pengajar yang andal, Anda akan semakin tahu apa saja yang harus dihindari selain 8 hal yang harus Anda hindari jika ingin berhasil dalam manajemen coffee shop yang sudah dijelaskan di atas. Selamat berjuang untuk kedai kopi Anda sendiri ya!