Unique Selling Point Bisnis Kopi Saat Pandemi

Unique Selling Point Bisnis Kopi – Bagi Bung & Nona yang sudah terjun di dunia bisnis, pasti tidak asing dengan konsep Unique Selling Point (USP). Kegiatan menggali ide untuk mempertajam keunggulan dan keunikan produk atau jasa yang sedang dikembangkan, supaya bisa masuk pasar dan bisa merebut hati konsumen.

USP saat diucapkan memang mudah. Namun, untuk proses mencari ide dan mempertajam keunikan produk, bisa menelan waktu yang lama. Kemudian, harus mengorbankan waktu dan biaya untuk proses penelitian kelebihan kompetitor, lantas apa sisi yang menarik dari kompetitor, sehingga  mampu merebut pasar.

Setelah mendapat informasi-informasi yang komprehensif tentang kompetitor, data harus dikerucutkan lagi. Mulai dari tagline, pangsa pasar, demografi konsumen, warna kemasan, dan gimmick-gimmick kompetitor harus disajikan secara sistematis.

Memetakan Data

Unique Selling Point Bisnis Kopi

Data-data yang sudah mengrucut tersebut kemudian dijadikan peta untuk menyusun Unique Selling Point produk & jasa yang hendak digarap. Prosesnya memang panjang, namun outputnya juga luar biasa untuk membentuk dan memoles produk dan jasa supaya bisa hidup, lantas berlari kencang di pasar. Lebih jauh bisa bersaiang vis a vis dengan kompetitor.

Bagi Bung & Nona yang sedang membangun bisnis atau melanjutkan bisnis dalam keadaan new normal atau old normal. Hal terpenting yang harus disentuh adalah unique selling point. Bagi yang sedang membangun bisnis, mulai sekarang saatnya menggali ide dan riset kompetitor.

Bagi yang operasional bisnisnya terganggu gara-gara Covid-19, bisa berpikir ulang tentang unique selling point yang pas untuk menghadapi new normal yang sudah tersaji di depan mata. Sebab, sangat sulit sekali berlari di pasar, bersaing dengan kompetitor, dan merebut hati konsumen tanpa memiliki keunggulan dan keunikan yang berbeda.

Bagaimana Fenomena Unique Selling Point Bisnis Kopi?

Unique Selling Point Bisnis Kopi Jogja

Bisnis kopi pasca hadirnya Covid-19 yang disusul  himbauan physical distancing, karantina, work from home, hingga  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah membuat  pengunjung  kedai  kopi turun drastis. Ditambah lagi, waktu operasional kedai yang dibatasi. Alhasil, banyak kedai kopi baik yang besar dan kecil terpukul.

Pukulan yang muncul dari Covid-19 sangat keras. Oleh karena itu, pasca menerima pukulan pertama yang membuat bisnis ambruk, para pebisnis kopi lantas memeras otak dan pasang kuda-kuda untuk menangkis. Kalau beruntung, bisa menyerang. Minimal bisnis bisa bertahan dan penjualan tidak turun drastis.

Salah satu jurus menangkis agar bisnis tetap bertahan dan menyerang supaya penjualan tidak turun drastis adalah menggunakan unique selling point. Konsep unique selling point yang lentur, pas banget untuk menyesuaikan kebutuhan serta pola  konsumen. Apalagi, para kompetitor di pasar pasti juga sama-sama menyesuaikan diri dengan adanya pukulan Covid-19.

Apa Unique Selling Point Bisnis Kopi Anda?

Unique Selling Point Bisnis Kopi di Jogja

Karena secara serempak Covid-19 berdampak pada masyarakat global, maka konsumen secara serentak juga ikut berubah dan pola konsumsinya mirip. Di Indonesia, muncul himbauan untuk konsumsi minuman yang berbahan rempah. Pola konsumsi tersebut akhirnya dibaca oleh pebisnis kopi.

Alhasil, banyak sekali ditemukan kesamaan unique selling point bisnis kopi yang dipraktikkan oleh para pebisnis untuk meminimalisir penurunan penjualan. Sehingga, mereka saling berkompetisi memikat konsumen dengan unique selling point yang sama.

Satu contoh kesamaan unique selling point bisnis kopi yang jamak dan menyeruak ialah kopi rempah. Racikan kopi yang dikombinasikan dengan rempah-rempah pilihan. Kombinasi tersebut merupakan daya tawar keunggulan dan keunikan kopi yang dihadirkan saat pandemi Covid-19, dengan tujuan mempertahankan penjualan dan menemukan konsumen baru.

Dulu, sebelum badai besar datang, kopi rempah belum hadir dihadapan Bung & Nona. Namun, kini banyak sekali pebisnis kopi yang menawarkan kopi rempah. Bahkan ada juga loh pebisnis kopi yang bekerja sama dengan perusahaan jamu terkenal demi menciptaka  unique selling point yang mampu menggeret konsumen.

Tahapan penanganan pandemi sudah masuk tahapan New Normal. Apa unique selling point bisnis kopi yang sudah Bung & Nona siapkan, agar tetap bertahan dan memenangkan pasar?

“New Normal” dan Peluang Bisnis Kopi Take Away

Bisnis Kopi Take Away – Kopi Take Away adalah model bisnis kopi yang sedang berkembang jauh-jauh hari sebelum kata ajaib “new normal” muncul. Pihak yang merancang model bisnis kopi take away seakan dapat menerka perubahan pola konsumsi kopi dimasa depan.

Seperti penerka yang sudah berpengalaman dan mampu berpikir jauh ke depan, terkaan tersebut sangat tepat. Kini, perubahan pola konsumsi kopi sudah hadir secara aktual dihadapan Bung & Nona. Penikmat kopi telah terbukti menggeser pola  konsumsi kopi.

Pola konsumsi Kopi yang biasanya dinikmati sambil nongkrong dan ngobrol bareng kawan-kawan tergeser oleh budaya membeli kopi lantas menikmatinya di rumah atau di ruang kerja. Bahkan konsumen tidak perlu pergi ke kedai kopi, tinggal pesan kopi lewat transportasi online, kopi kesukaan sudah tiba di rumah.

Tentu pergeseran pola konsumsi tidak terjadi secara simultan. Tetap ada pengecualian, tetap banyak penikmat kopi yang suka nongkrong. Meskipun kenormalan baru sangat didorong oleh ancaman Covid-19. Namun, lama-kelamaan budaya baru tersebut akan diikuti oleh banyak orang.

Ditambah lagi, munculnya transportasi online macam Go-Jek dan Grab yang telah memanjakan konsumen. Tidak perlu lagi keluar bawa mobil atau motor, kopi favorit bisa dipesan dan dinikmati di rumah sambil nonton film terbaru atau mendengar podcast di rumah.

Dengan munculnya kenormalan baru yang menggeser budaya konsumsi kopi, disertai munculnya jasa transportasi online, peluang bisnis kopi take away untuk sukses semakin besar. Peluang tersebut makin besar tatkala pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat kembali meningkat.

Keunggulan Model Bisnis Kopi Take Away

bisnis kopi take away

Model bisnis kopi take away yang memiliki selling point kopi langsung bisa dibawa pulang dan pembeli tidak harus pergi ke kedai kopi. Cukup di rumah saja, konsumen dimanjakan. Namanya juga take away, bentuk kedai juga minimalis, sedikit meja dan kursi buat nongkrong. Yang penting ada mesin espresso, peralatan lengkap manual brew, wadah macam-macam kopi, dan gelas.

Model bisnis kopi take away pas banget buat Bung & Nona yang ingin memiliki kedai kopi  namun terhalang modal besar. Mulai dari keberatan membayar biaya sewa ruang strategis yang mahal di pinggir jalan. Kemudian beratnya membayar biaya sewa ruangan yang luas untuk menampung  meja & kursi bagi penikmat kopi yang suka nongkrong. Ditambah lagi, biaya tetap untuk karyawan dan listrik.

Semua biaya tersebut bisa dipotong ketika Bung & Nona memutuskan untuk membangun kedai kopi model take away. Ada beberapa variabel yang membuat bisnis kopi take away lebih hemat, bahkan bisa lebih hemat lagi saat Bung & Nona saling berkolaborasi dalam modal.

Pertama, ruangan kecil yang efisien di pinggir jalan atau bahkan di gang-gang kampung, bisa dimanfaatkan untuk membangun bisnis kopi take away. Tentu dengan ukuran ruangan yang lebih kecil, biaya sewa bisa lebih murah.

Bahkan bisa tanpa mengeluarkan biaya sewa tempat. Caranya, manfaatkan halaman rumah Bung & Nona menjadi ruangan spesial menjalankan bisnis kopi take away.

Kedua, jumlah karyawan bisa ramping untuk menghemat biaya tetap. Bisnis kopi take away bisa dijalankan oleh 3 karyawan. Mulai dari satu barista, satu admin, bahkan tanpa server pun bisa beroperasi saat barista rela mengalokasikan tenaga dan waktunya sebentar saja untuk memberikan kopi ke pembeli.

Ketiga, dengan ruangan yang minimalis tentu kebutuhan listrik juga lebih sedikit. Pasang lampu lebih sedikit,  yang penting mesin espresso dan mesin grinder  bisa bekerja.

Bisnis kopi konvensional memang lebih banyak mengeluarkan biaya listrik karena setiap pengunjung yang nongkrong biasanya sambil mengisi daya gawai. Kemudian banyak bola lampu yang harus dipasang. Lewat model bisnis take away, tentu tidak ada yang nongkrong, tidak ada pula yang mengisi daya gawai. Alhasil, Bung & Nona tidak perlu menanggung banyak biaya listrik.

Keempat, biaya interior juga bisa dirampingkan. Bisnis kopi konvensional membutuhkan ruangan yang besar. Apalagi dengan konsep indoor. Suasana dekorasi interior yang menarik dan memikat pengunjung tentu lebih besar.

Kelima, promosi bisnis kopi take away juga lebih murah. Bung & Nona bisa membuka akun bisnis di Instagram dan Facebook untuk proses promosi. Peluang yang paling besar dan murah, Bung & Nona bisa mendaftarkan bisnis kopi take away di Go-Food.

Lewat model take away,  Bung & Nona bisa mengalokasikan modal besar untuk promosi online. Sebagai wujud konkrit mengenalkan keunggulan kopi Bung & Nona ke publik. Supaya merek kopi dikenal dan mendapatkan banyak pelanggan.

Unique Selling Point Bisnis Kopi Take Away

bisnis kopi take away

Bagi Bung & Nona yang niat memiliki bisnis kedai kopi dengan model take away tentu harus cerdas membangun keunikan (Unique Selling Point)  yang tidak dimiliki oleh kompetitor.  Keunikan yang dijadikan selling point  sangat penting diterapkan dalam model bisnis kopi take away, karena model bisnis take away masih baru di tengah masyarakat.

Ketika hal baru tidak memiliki keunikan yang bisa merebut hati penikmat kopi, maka sulit pula merek bisnis kopi Bung & Nona  secara cepat menempel dibenak konsumen. Apalagi, di wilayah Bung & Nona sudah banyak berdiri bisnis kopi take away, tentu persaingan merebut hati konsumen semakin ketat.

Kunci untuk merebut pasar tentu harus memiliki unique selling point. Supaya bisnis kopi Bung & Nona mudah diidentifikasi konsumen, mudah merebut perhatian konsumen, dan mendapatkan konsumen loyal.

Ada banyak hal yang bisa disusupi unique selling point dalam bisnis kopi take away. Mulai dari rasa hingga kemasan bisa dioptimalisasi untuk menghadirkan sensasi keunikanyang tidak dimiliki oleh kempetitor.

Yuks, bagi yang mau membangun bisnis kopi take away mulai dari sekarang harus cek kompetitor dan mencari unique selling yang tepat. GASSSSSSS.