Blog Kami

Kelas Pekerja dan Kopi Joss Jojga

coday_kelas pekerja dan kopi 2

Budaya minum kopi setiap daerah berbeda-beda. Beda jenis kopi yang dinikmati. Beda cara mengelola kopi, beda cara menyeduh dan beda waktu minum kopi. Perbedaan-perbedaan tersebut merupakan kekayaan budaya ngopi di Indonesia.

Kalau kita ngobrol tentang budaya ngopi masyarakat kelas pekerja, maka kita bisa bersentuhan dengan sejarah munculnya kopi di Yogyakarta yang kita kenal dengan sebutan kopi joss. Kalau dirunut berdasarkan putaran waktu ke belakang, kopi joss  lahir dari relasi budaya ngopi kaum pekerja kereta stasiun Tugu Yogyakarta dengan angkringan.

Budaya ngopi kelas pekerja berlangsung saat waktu luang atau waktu istirahat. Mereka memilih angkringan yang dekat dengan stasiun Tugu sebagi tempat untuk menikmati kopi serta bercengkrama bersama. Proses bercengkrama diisi dengan saling bercerita dan ngobrol ringan sesama penikmat kopi. Sebuah budaya yang indah, kopi yang mampu menyatukan manusia untuk bercerita tentang kehidupan dan hal-hal yang ringan.

Baca Juga  Melahirkan Barista Handal Melalui Sekolah Kopi di Coday Coffee Lab & Roastery

Pertemuan antara kelas pekerja dengan angkringan ternyata tidak hanya membuahkan obrolan-obrolan ringan. Relasi antara kelas pekerja stasiun Tugu dengan pemilik angkringan sekitar Tugu membuahkan sebuah kopi Joss.

coday_kelas pekerja dan kopi 1
Kelas Pekerja dan Kopi Jogja

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Kopi Joss lahir dari tangan Lek Man. Seorang yang memiliki angkringan dekat dengan stasiun Tugu. Lek Man pada awalnya hanya pedagang angkringan biasa yang melayani kopi para pelanggan yang mayoritas  para pekerja kereta api  asal  Jawa Timur.

Para pekerja kereta api tersebut kebanyakan ingin merasakan jenis kopi kothok. Lek Man tidak bisa membuat kopi kothok, akhirnya ia berinovasi sendiri. Hasilnya, Lek Man menciptakan sebuah kopi dengan campuran arang yang menyala. Kopi dengan campuran arang menyala tersebut dicoba  untuk disuguhkan kepada para langganan.

Baca Juga  Biaya Kursus Barista di Jogja

Akhirnya, banyak dari pelanggan yang merasakan kenikmatan kopi campuran arang menyala dengan sebutan kopi ngejosss. Disebut ngejoss karena suara yang keluar dari pertemuan arang yang menyala dengan air kopi.

Istilah ngejoos tersebut akhirnya menyebar ke seluruh masyarakat dan pecah menjadi sebutan kopi joss. Kini banyak orang jalan-jalan ke Jogja, berburu kopi joss yang posisinya dekat dengan stasiun Tugu dan Malioboro Jogja.

Bagi kawan-kawan yang ingin merasakan kopi joss Jogja yuk datang langsung ke Jogja. Nah, setelah ke Kopi Joss kamu bisa mampir ke Gembiraloka Zoo. Di samping Gembiraloka Zoo nanti kawan-kawan bisa mampir ngopi di Coday Coffee sekaligus berbelanja di  Mbelinger Jogja.

Yuk datang ke Jogja nikmati kopi joss dan aneka kopi nusantara di Codaycoffe serta macam-macam merchandise di Mbejo yang ciamik.